Serangan Siber Meningkat, Perusahaan Digital Perlu Makin Waspada

by: wahana


Ancaman serangan siber berupa malware hingga ransomware patut jadi perhatian bagi startup. Salah satunya fenomena Business Email Compromise, di mana peretas menyerang sasaran dengan mengirim email palsu berisi informasi atau tawaran menggiurkan yang mendorong korban pada perusahaan untuk membukanya, hanya untuk mengambil alih akses terhadap data perusahaan kemudian.

“Penyerang semakin menebarkan ancaman yang tidak terlihat oleh filter keamanan tradisional, karena mereka dapat dijalankan dalam memori sistem, berada di dalam sistem, atau dapat menyalahgunakan alat (internal) yang sah,” kata Country Manager Trend Micro Laksana Budiyono saat memaparkan laporan pertengahan tahun perusahaan global penyedia solusi keamanan siber tersebut.

Menurutnya, serangan itu dilakukan dengan memanfaatkan kelengahan pada manusia, proses yang rentan disusupi, dan celah dalam teknologi yang dipakai oleh perusahaan.

Dari sisi bisnis, transformasi digital dan migrasi cloud terus berkembang memunculkan industrial internet of things (IIoT) dan ini potensial memunculkan serangan pada perusahaan

Dalam paparannya, Laksana menyebut secara global aksi serangan malware dengan metode tanpa menyisipkan file yang dirancang untuk menyamarkan aktivitas kejahatan. Pun penggunaan exploit kit berupa sistem atau alat khusus untuk melakukan serangan tertentu oleh para peretas juga telah kembali dengan peningkatan 136 persen dibandingkan pertengahan 2018.

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: